Perputaran Waktu

Bumi ini berputar dan terus berputar. Mulai dari penciptaan pertama, pembentukan alam di dalamnya, hingga makhluk hidup yang bergantung padanya, termasuk manusia.
Perputaran itu kemudian kita rumuskan dalam satuan waktu.
Ada tiga satuan waktu utama: masa lalu, saat ini, dan masa depan.
Masa lalu adalah sesuatu yang sudah lewat. Katakanlah bumi telah berputar 45 derajat. Maka, ketika kita berada di derajat ke-45, mulai dari derajat 0 hingga derajat 45 adalah masa lalu.
Derajat ke-45 adalah saat ini. Sementara itu, masa depan adalah sisa perputaran 315 derajat lagi, hingga ia kembali ke titik nol derajat.
Masa lalu-ku bukan masa lalu-mu..!?
Bumi yang berputar itu adalah tempat di mana masing-masing manusia ternyata mengalami hal yang berbeda. Ada yang masa lalunya pahit. Ada juga yang manis.
Empat puluh lima derajat pertama dari perputaran bumi yang sama itu, ternyata harus dimaknai berbeda oleh masing-masing pribadi.
Karena itu, masa lalu tidak selalu bisa dibandingkan secara lurus.
Sebab, meskipun kita tinggal di bumi yang sama, tidak semua orang berjalan dari titik awal yang sama.

Keterhubungan yang dilematis
Layaknya sebuah sistem yang sudah terkait dengan konektivitas yang semakin hari semakin tidak berbatas, atau sering dikenal dengan istilah seamless dalam konteks teknologi informasi, ada porsi negatif dan positif di dalamnya.
Keduanya menjaga keseimbangan kehidupan sosial dan perkembangan evolusi pikiran manusia agar tetap berada dalam koridor tujuan Sang Pencipta, yakni menjadi wakil-Nya di bumi.
Namun, dalam kehidupan yang semakin terhubung seperti sekarang, manusia juga semakin mudah menemukan apa saja. Termasuk hal yang bisa membangun dirinya, atau justru menjauhkannya dari pertumbuhan.
Anak manusia itu…
Katakanlah ada seorang anak manusia yang dilahirkan di dalam keluarga miskin. Bapaknya sudah pergi entah ke mana. Tinggal dirinya dan ibunya.
Ibunya harus banting tulang untuk menghidupi dirinya dan anak itu. Sementara itu, anak itu pun harus menelan berbagai keterbatasan, di saat anak-anak lain seusianya bersukaria dalam kelimpahan.
Ada perbedaan yang cukup signifikan.
Namun, jika dipikir kembali, apakah mungkin seluruh anak mengalami kelimpahan yang sama saat ini?
Lahir dalam kondisi yang tidak dipilihnya
Setiap kita tidak mungkin memilih untuk dilahirkan dalam kondisi yang kita inginkan.
Sering kali, malah kita mengalami kondisi yang tidak kita inginkan. Namun, pilihan tetap ada di tangan kita.
Mungkin bukan pilihan untuk menentukan awal hidup. Tetapi pilihan untuk menentukan apa yang akan kita lakukan setelah menyadari keadaan itu.
Informasi dan nilai bawaan

Kembali ke kondisi si ibu tadi.
Informasi begitu banyak tersedia dalam genggaman, dan semakin mudah diakses. Tetapi, pilihan informasi apa yang akan diambil dan dipilih untuk dilaksanakan dalam kehidupan, tetap ada di tangan si ibu.
Si ibu bisa memutuskan untuk mencari informasi yang dapat menambah nilainya. Pengetahuan baru, keahlian baru, atau cara baru untuk bertahan hidup, sambil tetap bekerja menghidupi anaknya.
Atau, si ibu bisa menjalin hubungan dengan orang lain dan mencari informasi hiburan yang tidak menambah nilai dirinya.
Pilihan yang membedakan hasil
Dalam kondisi seperti ini, hal negatif dan positif dapat diperoleh dengan mudah dan cepat.
Semua pilihan ada di tangan si ibu itu. Dan tentunya, hasil yang akan diperoleh oleh si ibu akan berbeda. Tergantung dari pilihan informasi yang ingin diperolehnya, dan apa yang diputuskan untuk dilakukannya dengan informasi tersebut.
Memang, kondisi yang berbeda ketika kita dilahirkan akan membuat segala usaha dan pengorbanan kita sejak saat itu menjadi tidak sama.
Usaha untuk menambah nilai akan berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya.
Tak usah kau malu…
Manusia yang dilahirkan dalam kondisi serba kekurangan, akan memerlukan pengorbanan dan usaha yang lebih keras. Bahkan, mungkin harus lebih gigih dari orang lain yang dilahirkan dalam kondisi serba berkecukupan.
Namun, ada satu hal yang perlu diingat ketika kita dilahirkan dalam kondisi yang kurang beruntung atau serba kekurangan.
Tak usah kau malu, Tak usah kau cemburu.
Kita semua punya jalan berbeda.
Bersama Kamar Hitam
Kalau suatu saat kamu ingin memulai sesuatu dari pertanyaan-pertanyaan sederhana (yang butuh jawaban ataupun tidak),
Atau kamu ingin memulai suatu dari ide yang belum selesai…
Kamu bisa mulai dari sini
Ikuti Kamar Hitam untuk sesuatu yang baru sesekali…

Leave a Reply