Physical Address
Jl. Panjang No.86, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Physical Address
Jl. Panjang No.86, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Artikel pemula tentang rasa penasaran soal mixing lagu dari tiga hal penting sebelum sentuh plugin DAW
Mixing lagu adalah salah satu aktivitas pada produksi musik yang dilakukan setelah perekaman atau produksi sebuah lagu selesai dilakukan. Mixing sebuah lagu melibatkan seni dan ilmu tentang gelombang suara. Tujuan utama dari mixing adalah mengatur seluruh instrumen pada sebuah lagu agar dapat dinikmati dengan porsi yang seimbang oleh telinga manusia.
Mixing sering dianggap sebagai dunia penuh tombol ajaib dan istilah aneh. Padahal buat kamu yang bukan musisi atau sound engineer, mixing bisa dimulai dengan cara yang sederhana. Dengan DAW FL Studio 2025 dan stock plugin bawaannya, kamu sudah cukup untuk bikin suara yang rapi buat konten YouTube, podcast, atau bahkan video TikTok.
DAW atau Digital Audio Workstation adalah program atau aplikasi berbasis digital yang digunakan untuk produksi musik. di dalam DAW terdapat plugin yakni tools baik berupa efek suara maupun instrumen digital yang dapat diolah, yang digunakan untuk produksi musik. Mixing banyak menggunakan plugin berupa efek suara.
Jadi plugin punya peranan penting saat mixing. Tapi sebelum jari gatal pencet semua plugin, ada tiga hal penting yang sebaiknya kamu kuasai dulu. Anggap ini semacam “SIM” sebelum nyetir mobil di jalan raya. 🚗🎚️
Pemula sering salah langkah, kayak saya waktu belajar produksi musik, langsung bikin proyek dengan 30 track. Hasilnya? Kacau balau, mirip orang baru belajar nyetir tapi langsung bawa truk tronton. 🚛
Coba mulai dari loop bawaan FL Studio 2025. Misalnya loop drum sederhana. Latih telinga dengan:
Mulai dari loop itu ibarat belajar naik sepeda roda tiga dulu sebelum nanti ikut balapan MotoGP. 🏍️

Mixing itu 80%-nya soal volume, bukan efek canggih.
Analogi gampangnya: atur volume itu kayak atur lampu lalu lintas. Kalau semua lampu hijau bareng, jalanan pasti macet dan tabrakan. 🚦

Jangan minder kalau “cuma pakai stock plugin”. Bahkan banyak produser besar masih sering pakai plugin bawaan FL.
Langkah simpel:

Parametric EQ 2 secara umum berfungsi mengatur seberapa kuat frekuensi suara yang diinginkan pada salah satu instrumen atau pada master lagu.
Dengan plugin ini, kamu bisa memangkas frekuensi yang terlalu tajam atau bising, sekaligus menonjolkan bagian suara yang penting agar terdengar lebih jelas. Misalnya, membuat vokal lebih jernih atau bass lebih terasa.

Reeverb 2 dapat mengatur kesan ruang agar terdengar seolah berada di ruangan besar, aula, atau bahkan seperti ada gema yang alami.

Limiter berguna untuk menjaga volume tetap aman. Saat suara terlalu keras hingga mendekati “clipping” (merah di meter), limiter akan menahannya agar tidak pecah.
Dengan kata lain, limiter menjaga hasil akhir lebih konsisten volumenya.

Compressor berfungsi untuk meratakan volume audio agar terdengar lebih stabil dan nyaman di telinga.
Suara yang terlalu pelan akan ditarik naik supaya terdengar lebih jelas, sedangkan yang terlalu keras akan ditekan supaya tidak mendominasi.
Analoginya: plugin itu kayak filter Instagram. Satu-dua filter bisa bikin foto keren, tapi kalau semua filter dicoba sekaligus, hasilnya malah bikin pusing. 📸
Mixing bukan soal punya alat mahal, tapi soal latihan telinga. Mulailah dari loop, atur balance pakai volume, lalu sentuh plugin secukupnya.
Kalau kamu bisa bikin satu loop kedengaran enak, bikin full track nanti tinggal nambahin latihan sabar.
“Dalam mixing, keheningan sama pentingnya dengan bunyi”
– Kamarhitamku –
🎧 Yang nulis ini tuh nggak punya background musik, tetapi suka musik dan notasi dasar. jadi bukan ahli ya, hanya mau berbagi “curiosity”. ☺️
👉 kamu ingin tanya apa aja bisa pakai ai atau mau jawaban dari manusia? Kamarhitamku.com.